Selasa, 04 Oktober 2016

FROM PENDAFTARAN MAHASISWA BARU

Cara membuat pendaftaran mahasiswa baru menggunakan HTML



1. Buka Notepad.
2. Copy script ini ke dalam notepad,
lalu kalian bisa edit di notepad lalu disimpan dengan tekan CTRL + S


<html>
<title>  </title>
</head>
<body>
<table>
<body bgcolor="pink">
<tr>

    <td colspan= "3"> <b> <i> <marquee>PENDAFTARAN MAHASISWA BARU </b> </i> </td> </marquee>
</tr>

<tr>
    <td> Nis </td>
    <td> <input type="text" name="Nis" size="15"> </td>
</tr>

<tr>
    <td> Nama Lengkap </td>
    <td> <input type="text" name="Nama Lengkap" size="30"> </td>
</tr>
<tr>
    <td> Tempat Lahir </td>
    <td> <input type="text" name="Tempat Lahir" size="25"> </td>
</tr>

</tr>
<tr>
    <td> Tanggal Lahir </td>
    <td> <input type="text" name="Tanggal Lahir" size="20"> </td>
</tr>
<tr>
    <td> Asal Sekolah </td>
    <td> <input type="text" name="Asal Sekolah" size="35"> </td>
</tr> 
<tr>
    <td> Jurusan </td>
    <td> <select name="Jurusan">
    <option value="selected">**Pilih Jurusan
    <option>Teknik Informatika</option>
    <option>Teknik Mesin</option>
    <option>Elektonika</option>

</tr>          
</tr>
 <tr>
        <td> Jenis Kelamin </td>
    <td> <input type="radio" name="Jenis kelamin"<label class="for=">Laki-Laki </label>
    <td> <input type="radio" name="Jenis kelamin"<label class="for=">Perempuan </label> </td>
 <tr>
        <td> Alamat Rumah </td>
    <td> <textarea cols=30 rows=5 name="Alamat Rumah"> </textarea> </td>
   
</tr>

<tr>
    <td> Agama </td>
    <td> <select name ="Agama">
    <option value="selected">**Pilih Agama</option>
    <option> Kristen Protestan</option>
    <option> Islam</option>
</tr>
<tr>
    <td> Hobby </td>
    <td> <input type="checkbox" name="Musik"> Musik
    <input type="checkbox" name="Menulis"> Menulis
    <input type="checkbox" name="Olahraga"> Olahraga
    <input type="checkbox" name="Lainnya"> Lainnya
</tr>
<tr>
    <td> <input type="submit" value="Daftar"></td>
    <td><input type="submit" value="Batal"></td>
</tr>
       
</table>
</body>
</html>

Sabtu, 01 Oktober 2016

Laporan Hasil Penjadwalan FCFS



LAPORAN HASIL PENJADWALAN FCFS SISTEM OPERASI
 






DISUSUN OLEH :

NAMA              : ROSMAWATI BR BARUS
NIM                  : 201403002
PRODI              : TEKNIK INFORMATIKA
MATA KULIAH : SISTEM OPERASI       


I. PENJADWALAN
A.DEFENISI PENJADWALAN
Pengertian penjadwalan menurut beberapa orang ahli:
          Menurut Baker penjadwalan adalah kegiatan pengalokasian sumber-sumber atau mesin-mesin yang ada untuk menjalankan sekumpulan tugas dalam jangka waktu tertentu. John E Biegelberkata Penjadwalan proses adalah suatu kegiatan memasukkan sejumlah produk yang telah direncanakan kedalam proses pengerjaannya.
          Conway,at,al Penjadwalan merupakan proses pengurutan pembuatan produk secara menyeluruh pada beberapa mesin. Penjadwalan juga didefenisikan sebagai rencana pengaturan urutan kerja serta pengalokasian sumber, baik waktu maupun fasilitas untuk setiap operasi yang harus diselesaikan menurut Vollman.
          Dari beberapa defenisi yang disebutkan diatas maka dapat ditarik suatu defenisi  bahwa Penjadwalan adalah suatu kegiatan perancangan  berupa pengalokasian sumber daya baik mesin tenaga kerja untuk menjalankan sekumpulan tugas sesuai prosesnya dalam jangka waktu tertentu. Dan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer.
          Penjadwalan bertugas memutuskan proses yang harus berjalan, kapan dan selama berapa lama proses berjalan.
B.TUJUAN PENJADWALAN
Beberapa tujuan Penjadwalan dari berbagai sumber:
1. Menurut Baker (1974), tujuan penjadwalan umumnya adalah :
a.       Meningkatkatkan produktifitas mesin, yaitu dengan mengurangi waktu mesin menganggur.
b.      Mengurangi persediaan barang setengah jadi dengan jalan mengurangi jumlah rata-rata pekerjaan yang menunggu dalam antrian suatu mesin karena mesin tersebut sibuk.
c.       Mengurangi keterlambatan suatu pekerjaan. Setiap pekerjaan mempunyai batas waktu penyelesaian, jika pekerjaan tersebut diselesaikan melewati batas waktu yang ditentukan maka pekerjaan tersebut dinyatakan terlambat. Dengan metode penjadwalan maka keterlambatan ini dapat dikurangi, baik waktu maupun frekuensi.
2. Menurut Narasimhan  (1985), penjadwalan yang baik seharusnya simple, mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan oleh pihak manajemen dan oleh siapapun yang menggunakannya. Aturan- aturan penjadwalan seharusnya cukup flexible untuk memecahkan masalah yang tidak terprediksi sebelumnya dan membolehkan satu perencanaan ulang.
3. Benworth (1987) mengidentifikasikan beberapa tujuan dari aktivitas penjadwalan, adalah sebagai berikut:
a.       Meningkatkan penggunaan sumber daya atau mengurangi waktu tunggunya, sehingga  total waktu proses dapat berkurang dan produktivitas dapat meningkat.
b.      Mengurangi persediaan barang setengah jadi atau mengurangi sejumlah pekerjaan menunggu dalam antrian ketika sumber daya yang ada masih mengerjakan tugas yang lain. Teori Baker mengatakan, jika aliran kerja suatu jadwal konstan, maka antrian yang mengurangi rata-rata waktu alir akan mengurangi rata-rata persediaan barang setengah jadi.
c.       Mengurangi beberapa kelambatan pada pekerjaan yang mempunyai batas waktu penyelesaian sehingga akan meminimaliskan penalty cost (biaya kelambatan).
d.      Membantu pengambilan keputusan mengenai perencanaan kapasitas pabrik dan jenis kapasitas yang dibutuhkan sehingga penambahan biaya yang mahal dapat dihindarkan.

C. KRITERIA PENJADWALAN
          Sasaran atau tujuan utama penjadwalan proses optimasi kinerja menurut kriteria tertentu, dimana kriteria untuk mengukur dan optimasi kerja penjadwalan antara lain:
1. Agar semua pekerjaan memperoleh pelayanan yang adil (firness).
vAgar pemakaian prosesor dapat dimaksimumkan.
vAgar waktu tanggap dapat diminimumkan.
vAgar pemakaian sumber daya seimbang.
vTurn around time, waktu sejak program masuk ke system sampai proses selesai.
2.  Efisien, proses tetap dalam keadaan sibuk tidak menganggur.
vAgar terobosan dapat dimaksimumkan.
3. Waktu tanggap (response time):
vSistem interaktif didefenisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan atau transaksi  sampai hasil pertama muncul dilayar. Waktu tanggap ini disebut terminal response time.
vSistem waktu nyata didefenisikan sebagai waktu dari saat kejadiaan (internal atau eksternal) sampai instruksi pertama rutin layanan yang dimaksud dieksekusi, disebut event response time.
4.Turn Around time
Adalh waktu yang dihabiskan dari saat program atau job mulai masuk ke sistem sampai proses diselesaikan sistem. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan didalam sistem, diekspresikan sebagai penjumlah waktu ekskusi(waktu pelayanan job) dan waktu menunggu, yaitu: Turn around time = waktu eksekusi + waktu menunggu.


5.Throughput
Jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu.
D. TIPE PENJADWALAN
1. Penjadwalan  jangka pendek (short term scheduler)
Bertugas menjadwalkan alokasi pemroses diantara proses-proses ready di memori utama. Penjadwalan dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya yang harus dijalankan.
2. Penjadwalan jangka menengah (medium term scheduler)
Setelah eksekusi selama suatu waktu, proses mungkin menunda sebuah eksekusi karena membuat permintaan layanan masukan/ keluaran atau memanggil sustu system call. Proses – proses tertunda tidak dapat membuat suatu kemajuan menuju selesai sampai kondisi –kondisi yang menyebalkan tertunda dihilangkan. Agar ruang memori dapat bermanfaat, maka proses dipindah dari memori utama ke memori sekunder agar tersedia ruang untuk proses-proses lain. Kapasitas memori utama terbatas untuk sejumlah proses aktif. Aktivitas pemindahan proses yang tertunda  dari memori utama ke memori sekunder disebut swapping. Proses-proses mempunyai kepentingan kecil saat itu sebagai proses yang tertunda. Tetapi, begitu kondisi yang membuatnya tertunda hilang dan dimasukkan kembali ke memori utama dan ready.
3. Penjadwalan jangka panjang(long term scheduler)
Penjadwalan ini bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus diekskusi. Batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif ( yaitu waktu pemroses, memori, masukan/keluaran), program-program ini berprioritas rendah, job-job interaktif rendah.

E. STRATEGI PENJADWALAN
          Strategi penjadwalan pada Sistem Operasi adalah:
1.      Preemptive Schedulling
Penjadwalan yang memungkinkan Sistem operasi memberhentikan sementara proses yang sedang berjalan untuk memberi ruang kepada proses yang prioritasnya lebih tinggi.
2.      Non Preemptive Schedulling
Non preemptive ialah salah satu jenis penjadwalan dimana sistem operasi tidak pernah melakukan context switch dari proses yang sedang berjalan ke proses yang lain. Dengan kata lain, proses yang sedang berjalan tidak bisa di-interup.


II. ALGORITMA PENJADWALAN
A.   PENJADWALAN FCFS ( FIRST COME,FIRST SERVED )
          Penjadwalan FCFS merupakan algoritma Penjadwalan yang paling sederhana yang digunakan CPU. Dengan menggunakan algoritma ini setiap proses yang berada pada status ready dimasukkan kedalam FIFO queue atau antrian dengan prinsip first in first out sesuai dengan waktu kedatangannya. Pertama datang pertama dilayani (Firs In, Firs Out atau FIFO ), tidak peduli apakah burst time nya panjang atau pendek, sebuah proses yang sedang dikerjakan diselesaikan terlebih dulu barulah proses selanjutnya dilayani.
Penjadwalan FCFS merupakan penjadwalan:
*      Penjadwalan non-prevebtive (run-to-completion)
*      Penjadwalan tidak berprioritas
Ketentuan dari penjadwalan FCFS adalah:
*      Proses-proses diberi jatah waktu pemroses, diurut dengan waktu kedatangannya.
*      Begitu proses mendapat jatah waktu pemproses, proses dijalankan sampai proses tersebut selesai, walaupun ada proses lain yang datang, proses tersebut berada dalam antrian sistem atau disebut dengan ready queue.
Pada dasarnya algoritma penjadwalan ini cukup adil dalam hal bahasa, karena proses yang datang lebih dulu dikerjakan terlebih dahulu. Dari segi konsep sistem operasi, penjadwalan model ini tidak adil karena proses-proses yang membutuhkan waktu yang lama membuat proses-proses yang memiliki waktu proses yang lebih pendek menunggu sampai proses yang lama tersebut selesai, sedangkan proses-proses yang tidak penting membuat proses penting menunggu.
Penjadwalan FCFS cocok digunakan untuk sistem batch yang sangat jarang melakukan interaksi dengan user secara langsung, tapi tidak cocok digunakan untuk sistem interaktif karena tidak memberi waktu tanggap yang bagus, begitu juga dengan waktu sistem nyata.
Kelebihan Penjadwalan FCFS
·         Dalam kriteria efisiensi, penjadwalan FCFS sangat efisien dalam penggunaan proses.
·         Algoritmanya cukup sederhana
Kelemahan Penjadwalan FCFS
·         Dalam kriteria adil, penjadwalan FCFS adil dalam arti resmi (dalam semantic/arti antrian) yaitu proses yang pertama datang, akan dilayani pertama juga, tapi dinyatakan tidak adil karena proses-proses yang perlu waktu lama membuat proses-proses pendek menunggu. Proses-proses yang tidak penting dapat membuat proses-proses yang penting menunggu.
·         Penjadwalan sangat tidak memuaskan karna proses menunggu lama, waktu tanggapnya sangat jelek. Tidak cocok untuk sistem interaktif.
·         Turn around time tidak bagus.
·         Throughtput kurang bagus.
·         Tidak dapat digunakan untuk sistem waktu nyata(real-time applications.

Contoh dari penjadwalan FCFS adalah:                                                                    
Ada 4 proses yang datang secara bersamaan yaitu P1,P2,P3,P4 dengan lama waktu kerja CPU (burs time) adalah sebagai berikut:
PROSES
BURS TIME
ARIVAL TIME
P1
3
0
P2
5
2
P3
2
6
P4
4
3

Burs Time adalah = 3 + 5 + 2 + 4 =14 milidetik
Diagram Grant =
Pada diagram ini, arrival timenya yang paling kecil dahulu lah yang dikerjakan. jadi urutannya adalah :
PROSES
BURS TIME
ARIVAL TIME
P1
3
0
P2
5 + 3 = 8
2
P4
4 + 3 + 5 =12
3
P3
2 + 4 + 5 + 3 =14
6





P1
P2
P4
P3

0                      3                     8                           12                      14
Average Waiting Time = 12 / 4 = 3 milidetik            
Menentukan Turn Around Time ( waktu penyelesaian) P1 =3,P2=8,P3=14,P4=12 maka : 3 + 8 + 14 + 12 = 37/4 = 9,25 milidetik
Hasil program dalam bahasa C++

Hasil akhir

Jika Arrival Time tiap Proses diganti menjadi 0 seperti tabel berikut
PROSES
BURS TIME
ARIVAL TIME
P1
3
0
P2
5
0
P3
2
0
P4
4
0

Maka Gantt Chart-nya dapat digambarkan seperti berikut:
P1
P2
P3
P4
0                                  3                                    8                                   10                            14

Average Waiting Time : 0 + 3 + 8 + 10 = 21/4 = 5,25 milidetik
Turnd Arround Time : 0 + 3 + 8 + 10 + 14 = 35 / 4 = 8,75 milidetik

Hasil programnya: